PEMBUATAN HAND SANITIZER NON ALKOHOL BERBASIS TANAMAN OBAT KELUARGA

Pada masa pandemi covid-19 ini, masyarakat dikawatirkan rawan akan kesehatan jika tidak ditanamkan kebiasaan sesuai dengan protokol kesehatan, termasuk bagi warga Perumahan Pondok Ridho, Sidodadi, Taman, Sidoarjo. Untuk itu, Tim PKM Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya yang diketuai Prof. Dr. Tukiran, M.Si*., dan beranggotakan Prof. Dr. Suyatno, M.Si., Dr. IGM Sanjaya, M.Si.,  Dr. Nita Kusumawati, M.Sc., dan Dina K. Maharani, S.Si., M.Sc. pada hari Sabtu 12 September 2020 pukul 9.00-selesai memberikan pelatihan pembuatan hand sanitizer non-alkohol berbasis tanaman obat keluarga (TOGA).

Hand sanitizer non-alkohol yang diproduksi ini menggunakan bahan-bahan alami yang mudah didapat di sekitar kita, yakni daun sirih dan jeruk nipis. Meski dalam pembuatan hand sanitizer non-alkohol ini juga masih perlu menambahkan bahan kimia seperti gliserin dan hidrogen peroksida, yang masing-masing berfungsi sebagai humektan dan antiseptik.

Kegiatan PKM dalam pembuatan hand sanitizer non-alkohol berbahan TOGA ini telah dihasilkan: (1) panduan pembuatan hand sanitizer non-alkohol berbahan tanaman TOGA yang dilengkapi materi kajian mengenai manfaat daun sirih dan buah jeruk nipis, serta lembar penilaian keterampilan dan lembar angket peserta, (2) pemaparan isi materi tersebut secara lisan dimana tim PKM dan mitra tetap perlu mengindahkan protokol kesehatan, (3) produk hand sanitizer non-alkohol berbahan TOGA peserta pelatihan, dan (4) umpan balik terhadap kegiatan PKM pelatihan pembuatan hand sanitizer non-alkohol yang diperoleh dari hasil pengisian lembar penilaian keterampilan dan lembar angket peserta. Berikut adalah cuplikan kegiatan pembuatan hand sanitizer non-alkohol berbasis TOGA oleh peserta, seperti terlihat pada Gambar 1 s/d 4.

mitra memotong daun sirih

Gambar 1. Peserta sedang merajang daun sirih segar menggunakan telenan

IMG_20200912_113507

Gambar 2. Mengukus daun sirih segar dalam wadah panci di atas kukusan selama 15 menit

IMG_20200912_120538

Gambar 3. Ke dalam ekstrak daun sirih ditambahkan perasan air jeruk nipis, hidrogen peroksida dan gliserin sesuai dengan takarannya sambil diaduk hingga merata

IMG_20200912_125239

Gambar 4. Produk hand sanitizer non-alkohol siap dipakai

Hasil penilaian keterampilan dalam pembuatan hand sanitizer non-alkohol meliputi aspek berikut: 1) mencuci bersih daun sirih dan jeruk nipis, 2) memotong tipis-tipis daun sirih yang telah dicuci, 3) menyiapkan perasan buah jeruk nipis dan memasukkan ke dalam wadah, 4)  memasukkan irisan daun sirih ke dalam panci yang berisi air yang telah dipanaskan, 5) menyiapkan kukusan, memanaskan dan memasukkan panci yang berisi daun sirih yang direndam air di atas. Kemudian, mengukus daun sirih yang sudah dicampur dengan air hingga 15 menit. Angkat dan sisihkan daun sirih yang telah dikukus tadi dan biarkan hingga dingin, 6) memasukkan air perasan jeruk nipis segar dan aduk secara perlahan-lahan hingga merata, 7) mengukur volume hidrogen peroksida dan gliserin menggunakan wadah ukur (takar) dengan benar, 8)  memasukkan hidrogen peroksida dan gliserin dan mengaduknya hingga merata (homogen), 9) memasang label kemasan ke dalam botol semprot,  dan 10) memasukkan dalam botol 250 mL menggunakan corong dengan benar dan hand sanitizer siap digunakan.

Secara keseluruhan, dampak dari pelatihan pembuatan hand sanitizer non-alkohol berbasis TOGA ini, peserta memiliki keterampilan: 1) mencuci bersih daun sirih dan jeruk nipis dan 2) menyiapkan perasan buah jeruk nipis dan memasukkan ke dalam wadah dengan sangat baik. Sementara, aspek keterampilan lainnya mitra peserta pelatihan dinilai masih beragam dari kategori antara baik dan sangat baik. Terimakasih disampaikan kepada Unesa yang telah memberikan bantuan dana melalui pendanaan PNBP Unesa 2020.

*tukiran@unesa.ac.id.

Leave a Comment

Translate »