Seminar Nasional Kimia (SNK) FMIPA Unesa Tahun 2020

Saat ini dunia sedang menghadapi situasi pandemik yang diakibatkan oleh virus SAR-Cov 2 atau lebih dikenal dengan istilah virus Covid-19. Keberadaan virus ini telah mengubah seluruh aspek tatanan kehidupan normal manusia di seluruh dunia, baik dari aspek sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, maupun psikologi manusia. Di Indonesia, frekuensi penyebaran virus ini masih cukup besar dan cepat. Para ahli statistik memperkirakan bahwa puncak penyebaran baru akan muncul pada akhir Desember 2020. Di sisi lain, kehidupan terus bergulir, waktu tak mungkin dihentikan. Mau tidak mau, suka tidak suka, manusia harus menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang ada saat ini, hidup  “berdampingan” dengan virus ini sampai batas waktu yang tak dapat ditentukan, yang dikenal dengan istilah “new normal” , suatu era tatanan kehidupan baru, di mana manusia tetap dapat beraktivitas dengan memenuhi aturan-aturan tertentu, sementara para ahli mencoba mengembangkan vaksin dan obat, serta alat penguji keberadaan virus covid-19 yang lebih baik daripada yang pernah ada. Selain itu para ahli juga mulai meneliti kandungan zat-zat aktif yang terdapat dalam berbagai tanaman herbal yang ada di Indonesia dan mengembangkan pelbagai produk suplemen untuk meningkat imunitas tubuh dalam melawan virus Covid-19 tersebut.

Pengembangan pelbagai produk suplemen, pengembangan reagen yang digunakan sebagai penentu keberadaan virus Covid-19, pengembangan vaksin dan obat untuk mencegah dan mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus Covid-19, pengembangan pembuatan alat pelindung diri (APD) yang ramah lingkungan dan nyaman digunakan, semua itu memerlukan dasar pengetahuan mengenai Ilmu Kimia, karena seluruh aspek kehidupan manusia sebenarnya tak mungkin dilepaskan dari kimia.

Pengetahuan mengenai Ilmu Kimia itu diperoleh mulai dari tingkat dasar di sekolah, sampai tingkat lanjut perguruan tinggi. Namun dewasa ini dunia pendidikan juga mengalami kendala karena belum memungkinkan terjadinya interaksi secara tatap muka, sehingga harus digantikan tatap muka secara daring, yang mana merupakan tantangan besar bagi para pendidik, guru dan dosen, khususnya di bidang kimia yang lebih sering memerlukan penelitian di laboratorium daripada bidang studi lain.

Dalam rangka mengantisipasi situasi dan kondisi pandemik yang diakibatkan virus SAR-Cov-2 tersebut, jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya mengundang para pakar dan peneliti di bidang Kimia dan Pendidikan Kimia serta bidang-bidang terkait untuk memaparkan   hasil-hasil penelitian maupun kajian teoritis  dalam Seminar Nasional Kimia 2020 dengan tema Peranan Ilmu Kimia dan Pendidikan Kimia dalam Mengantisipasi Situasi dan Kondisi Pandemik Covid-19 menuju Era Tatanan Kehidupan Baru  yang dilakukan secara daring pada hari Sabtu, 10 Oktober 2020 mulai pk. 09.00 – selesai melalui platform zoom dan google meet dengan para pakar di bidang Ilmu Kimia dan Pendidikan Kimia:

  1. Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si., Guru Besar Bidang Biokimia dan Koordinator Riset Produk Covid-19 Universitas Airlangga Surabaya.
  2. Prof. Dr. Ismunandar Ph.D., Guru Besar  Institut Teknologi Bandung Bidang Kimia Anorganik dan Fisik, yang sekarang menjabat sebagai Staf Ahli Kemenristek/BRIN.
  3. Dr. Achmad Lutfi, M.Pd., dosen Kimia dan pakar Media Pembelajaran Universitas Negeri Surabaya
Gambar 1. Leaflet SNK FMIPA Unesa Tahun 2020 (Unduh)

Leave a Comment