Penelitian Lumpur Lapindo Meraih Juara 2 Nasional

Mahasiswa Kimia Unesa yang prihatin terhadap masalah lumpur Lapindo berusaha mencari solusi dengan meneliti potensi material zeolit berbahan dasar silika lumpur lapindo sebagai adsorben logam berat kadmium (Cd). Penelitian tentang efektivitas penyerapan adsorben zeolit dari silika lumpur lapindo terhadap logam berat Cd ini diikutkan pada Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) Nasional di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dalam event TRACIVAL 2019 (Tirtayasa Research Competition And Festival 2019) dan berhasil meraih juara 2. Penilitian ini jika diaplikasaikan bisa menyelesaikan dua masalah sekaligus yaitu masalah lumpur lapindo dan masalah lingkungan.

Mahasiswa Kimia Unesa Juara II LKTM Nasional di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Peristiwa semburan lumpur di daerah lapindo porong sidoarjo yang masih aktif hingga sekarang ini dimulai sejak 2006. Kandungan lumpur lapindo ini telah banyak diteliti yang didapatkan bahwa sebagian besar kandungan lumpur lapindo adalah senyawa Silikat (SiO2), yang mana kandungan silikat mencapai 53 % dari berat lumpur. Kandungan silika yang cukup tinggi ini berpotensi dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan zeolit. Zeolit merupakan mineral aluminosilikat terhidrasi dari struktur berpori dengan sifat fisikokimia yang berharga, seperti pertukaran kation, katalisis, dan penyerapan (adsorpsi). Zeolit ini dapat diaplikasikan untuk mengurangi pencemaran logam berat.

Alat dan bahan penelitian serta lumpur lapindo

Pencemaran logam berat Kadmium (Cd) dilingkungan dapat membahayakan makhluk hidup terutama kesehatan manusia karena sifatnya yang toksik. Salah satu sumber emisi logam berat kadmium (Cd) adalah limbah industri elektroplating, dimana industri tersebut menghasilkan limbah cair berwarna dan berbau.

Semakin berkembanganya industri elektroplating di Indonesia mengakibatkan semakin tingginya pencemaran logam berat Cd dilingkungan. Salah satu metode efisien dan ekonomis dalam mengurangi kadar logam Cd pada limbah industri adalah dengan teknik adsorpsi menggunakan sebuah adsorben.

Berawal dari latar belakang tersebut, sebuah tim peneliti yang terdiri dari 3 mahasiswa jurusan kimia Unesa telah membuat zeolit sintesis dari silika lumpur lapindo dan meneliti kemampuan zeolit tersebut sebagai adsorben logam berat cadmium Cd. Tim yang diketuai Mukhamad Rojib Aminudin (Kimia 2017), beranggotakan Ianatul Khafidlah (Kimia 2017) dan Dimas Ayu Yulianti (Kimia 2017), melakukan analisis terhadap material adsorben tersebut untuk menyerap logam berat Kadmium (Cd) dalam air. Penelitian yang dibimbing oleh Dina Kartika Maharani S.Si., M.Sc. ini berhasil mengetahui kapasitas penyerapan maksimum zeolit sintesis dari silika lumpur lapindo terhadap ion logam Cd mencapai sebesar 90,15 %.

Hasil yang didapatkan tersebut setara dengan kapasitas penyerapan arang aktif yang sering digunakan sebagai adsorben pada umumnya, namun salah satu keunggulan adsorben zeolit sintesis ini dibandingkan arang aktif adalah zeolit sintesis memiliki umur penggunaan yang panjang dan mudah untuk diaktivasi kembali setelah digunakan dalam proses adsorpsi.

“Penelitian ini masih terbatas uji pengendapan yang sederhana sehingga akan kami kembangkan lebih lanjut lagi dengan berbagai penambahan variabel manipulasi dan pengujian dengan instrumentasi terkait, sehingga nanti dapat diperoleh data hasil pengujian kuantitatif yang bagus karena target kedepan hasil penelitian ini akan kami ikutkan dalam PKM AI” papar Rojib, selaku ketua Tim.

Leave a Comment