PLP di SMAN 1 PURI MOJOKERTO

KEGIATAN PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN
SMA NEGERI 1 PURI MOJOKERTO

Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) merupakan salah satu program Unesa yang mewajibkan mahasiswa untuk mengenal lingkungan persekolahan secara langsung atau praktek mengajar yang dulu dikenal dengan istilah PPL. Program ini merupakan fasilitator mahasiswa untuk mengimplementasikan teori-teori yang telah dipelajari di bangku perkuliahan ke lingkungan sekolah. Salah satu sekolah yang telah bekerja sama dengan Unesa dalam program ini yaitu SMA Negeri 1 Puri Mojokerto. Sekolah ini beralamat di Jl. Jayanegara No. 2, Gatul, Banjaragung, Kec. Puri, Mojokerto Jawa Timur dibawah pimpinan Bapak Suhariyono, S.Pd., M.Pd. selaku kepala sekolah. Pada tahun ini kegiatan PLP dilakukan selama 7 minggu mulai dari tanggal 15 Juli 2019 hingga 5 September 2019.

                            Gambar 1. Mahasiswa PLP Jurusan Kimia Unesa

     Ada 6 jurusan yang dikirimkan Unesa untuk melakukan PLP di sekolah ini yaitu, Kimia, Fisika, PPKN, Ekonomi, Bahasa Jerman dan Bahasa Mandarin dengan jumlah 26 mahasiswa yang dibimbing oleh dosen (DPL) Bapak Nur Chakim S.Pd., M.Pd. Mahasiswa Kimia yang melakukan program PLP di sekolah ini yakni Nindi Sheliana P.Y, Lukjijatul Lutfiana, Nuril Lailiyah I., dan Erlia Yudha. Mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa kimia kelas PKU angkatan 2016. Sekolah ini dipilih menjadi tempat PLP karena SMA Negeri 1 Puri memiliki kerja sama dengan sekolah luar negeri yaitu Jerman dan setiap tahun mengirimkan siswanya ke Jerman. Tahun ini sekolah ini mengirimkan 10 siswanya ke Jerman.

Gambar 2. Tampak depan SMA Negeri 1 Puri Mojokerto

     SMA Negeri 1 Puri memiliki slogan “Jaya Jaya Luar Biasa” seraya mengangkat tangan dengan jari tengah dan ibu jari bersatu membentuk lingkaran. Slogan tersebut memiliki beberapa filosofi, diantaranya jari tengah yang artinya unggul, dan ibu jari yang artinya bagus. Ketika jari tengah dan ibu jari bersatu membentuk lingkaran, artinya diharapkan SMAN 1 Puri menjadi sekolah yang unggul diantara sekolah-sekolah yang lain dan berbudi pekerti luhur secara terus menerus, seperti lingkaran yang tidak ada batasnya.
Sekolah ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Terdapat LCD proyektor di setiap kelas yang dapat menunjang pelajaran, ruang multimedia, perpustakaan, UKS, masjid dan laboratorium IPA (biologi, fisika dan kimia). Namun, laboratorium ini jarang digunakan sehingga seperti terbengkalai keadaannya. Mahasiswa Kimia di SMA Negeri 1 Puri dibimbing oleh guru pamong Bapak Drs. Achmad Budhiarto. Beliau bertugas memberikan arahan dan bimbingan kepada mahasiswa dalam hal mengajar di sekolah ini dalam mata pelajaran kimia. Mahasiswa diberi kesempatan mengajar di kelas X dan XI. Di kelas X mahasiswa dibimbing oleh guru kelas X, yaitu Bu Solikhatiningsih, S.Pd., M.Si. mulai dari pembuatan RPP, mengevaluasi saat mengajar hingga sistem penilaian di sekolah ini.
Terdapat banyak kegiatan bagi siswa di sekolah ini. Diawali dengan kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) untuk siswa baru kelas X di bawah bimbingan OSIS dan pengawasan guru. MPLS dilakukan selama 4 hari, kegiatan ini cukup efektif untuk mengenalkan lingkungan, budaya dan terutama tata tertib yang terdapat di SMAN 1 Puri Mojokerto. Kemudian kegiatan dilanjut dengan Perjusa (Perkemahan Jumat Sabtu) yang diadakan di hari Jumat hingga sabtu siang. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengisi acara Pensi (Pentas Seni) di malam hari dan menginap di sekolah untuk mendampingi acara tersebut.

Gambar 3. MPLS

Gambar 4. PERJUSA


Pembelajaran mulai aktif pada minggu kedua dan mahasiswa PLP mulai mengobservasi proses pembelajaran di sekolah ini. Mahasiswa kimia diberi kesempatan untuk mengobservasi pembelajaran di kelas X dan XI kemudian diberi pengarahan untuk membuat Promes, Silabus dan RPP sesuai dengan materi yang akan diajarkan menggunakan metode pembelajaran STEM. Karena metode pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) masih baru diterapkan di SMAN 1 Puri sehingga guru-guru dan mahasiswa PLP masih menyesuaikan dengan metode STEM tersebut. Mahasiswa PLP juga dituntut aktif untuk mencari sumber referensi untuk membuat RPP berbasis STEM. Setelah mendapat saran perbaikan perangkat pembelajran, mahasiswa praktek mengajar di kelas X dengan dibimbing oleh guru bidang studi kimia yaitu Ibu Solikhatiningsih, S.Pd., M.Si. Mahasiswa mendapatkan masukan berup kritik dan saran dari guru kimia yang selanjutnya dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk praktek mengajar di kelas XI. Mahasiswa kemudian diberi kesempatan untuk mengajar mandiri di kelas X dan XI. Selain kelas X dan XI, mahasiswa juga diberi kesempatan untuk mengajar di kelas XII beberapa kali ketika guru kimia tidak bisa atau berhalangan hadir untuk mengajar di kelas.

Gambar 5. Observasi kelas

     SMAN 1 Puri merupakan salah satu sekolah yang menjalankan program adiwiyata. Program adiwiyata tersebut tergambar dari kegiatan dan budaya yang terdapat di SMA ini. Kegiatan tersebut ialah kegiatan jumat bersih dan aktifasi pokja adiwiyata. Di SMAN 1 Puri terdapat 25 Program kerja (pokja) adiwiyata, dimana tiap kelas diwakilkan oleh 1 – 2 orang siswa. Pokja – pokja tersebut adalah Pembudidayaan jamur, Tanaman toga, Balai kambang Ipal, Pembuatan kompos, Biopori, Kebun, Green house, 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, dan Replant), Keindahan/ Slogan, Taman kelas, Kantin, Taman Gantung, Budidaya anggrek, kantin kejujuran, MCK, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Radius 500m, Produk ramah lingkungan, Hutan sekolah, Tanaman hias, Satuan tugas 9k, Kader Adiwiyata, Kuiz Lomba, Informasi dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR). Sedangkan budaya yang dimaksud ialah mengurangi sampah plastik seperti sedotan dan menyanyikan mars adiwiyata setiap hari senin setelah upacara bendera. Mahasiswa PLP diberi tugas oleh wakil kepala sekolah untuk mendampingi siswa dalam pelaksanaan setiap pokja ini.

Gambar 6. Jumat bersih dan pokja

     Mahasiswa ikut dilibatkan dalam kegiatan seleksi siswa OSN (Olimpiade Sains Nasional) untuk selanjutnya mendapat bimbingan olimpiade. Mahasiswa membantu dalam mengurusi registrasi peserta seleksi OSN , membagikan soal seleksi OSN, serta mengawasi proses pengerjaan soal OSN. Seleksi ini diikuti oleh sebagian besar siswa kelas X dan XI yang diadakan di Castle Arena sehingga tempat dapat menampung banyak siswa yang antusias mengikuti seleksi tersebut.

Mahasiswa juga ikut serta dalam kegiatan menyambut idul adha 1440 H, seperti kegiatan takbir keliling, solat idul adha di sekolah dan penyembelihan hewan kurban. Yang menarik dari perayaan idul adha di SMA ini adalah dalam membagikan daging kurban pihak sekolah tidak menggunakan bungkus plastik, akan tetapi menggunakan daun jati yang ramah lingkungan, sebagai salah satu penerapan prinsip adiwiyata yaitu replace. Hari raya idul adha berdekatan dengan hari pramuka dan HUT RI ke-74, oleh karenanya pada minggu tersebut SMA ini mengadakan upacara sebanyak 2 kali dalam satu minggu. Mahasiswa juga ikut mendampingi 3 pleton guru yang mengikuti gerak jalan di Kecamatan Puri.
Untuk memeriahkan HUT RI ke-74, SMAN 1 Puri mengadakan beberapa kegiatan, yaitu jalan sehat yang diikuti oleh seluruh masyarakat SMAN 1 Puri, lomba antar kelas yang diikuti oleh siswa kelas X sampai XII serta lomba antar MGMP yang diikuti oleh seluruh guru mata pelajaran. Lomba antar MGMP terdiri dari lomba memasak nasi goreng, kipas balon, meletuskan balon dan lomba karaoke. Selain membantu persiapan lomba, mahasiswa diberi kehormatan untuk menjadi juri dalam setiap perlombaan yang ada. Mahasiswa PLP mendampingi siswa sebagai supporter (pendukung) tim basket SMAN 1 Puri di DBL Arena Surabaya. Kompetisi basket bergengsi ini sangat didukung oleh SMAN 1 Puri yang terlihat dari jumlah siswa yang ikut mendukung dan berangkat ke Surabaya.

Gambar 7. Lomba HUT RI

Kunjungan Dr. Mitarlis, S.Pd., M.Si. sebagai perwakilan dosen dari Jurusan Kimia Unesa ke SMAN 1 Puri Mojokerto untuk melakukan supervisi, telah dilakukan pada tanggal 22 Agustus 2019. Beberapa hal yang menjadi perhatian dari hasil supervisi antara lain terkait pengalaman mahasiswa untuk penggunaan metode mengajar berbasis STEM. Pembelajaran yang berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) mulai diterapkan di SMAN 1 Puri ini. Mahasiswa PLP sebenarnya telah mendapatkan bekal berbagai metode pembelajaran, bahkan model pembelajaran inovatif seperti pembelajaran berbasis inkuiri, berbasis masalah, berbasis proyek, kontekatual (CTL) dan sebagainya. Namun belum pernah mempraktekkan secara nyata pembelajaran berbasis STEM. Untuk mengatasi masalah ini dosen supervisor menyarankan untuk menyesuaikan dengan membuat rancangan pembelajaran berbasis STEM dengan memanfaatkan pengetahuan pembelajaran inovatif yang telah didapatkan dan ditambahkan aspek yang terkait dengan STEM.
Selain itu penggunaan waktu yang terbatas untuk mengajar di SMAN 1 Puri ini, dikarenakan banyaknya kegiatan yang dilakukan di SMAN 1 Puri yang bersamaan dengan berbagai kegiatan perayaan HUT kemerdekaan RI. Mahasiswa PLP Kimia Unesa perlu belajar mengatur waktu sebaik-baiknya dan menyesuaikan dengan kondisi agar materi yang diajarkan dapat terlaksana dengan waktu yang tersedia.

Gambar 8. Mahasiswa PLP Kimia Guru Pamong dan Dosen Kimia Unesa di SMAN 1 Puri Mojokerto

     Pada hari Kamis tanggal 5 September 2019 berakhirlah program PLP di SMAN 1 Puri Mojokertp. Perpisahan mahasiswa PLP diadakan pada hari itu yang dihadiri oleh DPL, Kepala Sekolah, Guru-guru dan staf/karyawan TU bertempat di Aula atas SMAN 1 Puri. Acara dilaksanakan pukul 13.00-selesai dengan diawali pemotongan tumpeng sebagai tanda berakhirnya program PLP dan ucapan terimakasih, pemberian kenang-kenangan kepada pihak sekolah dan guru pamong, pesan dan kesan serta penampilan mahasiswa PLP dan penampilan band siswa. Susana haru juga menyertai perpisahan dengan guru pamong. Dengan berakhirnya program PLP ini, berakhir sudah tugas mahasiswa dalam menjalankan matakuliah PLP dan kembali ke kampus sebagai mahasiswa.

Gambar 9. Perpisahan mahasiswa PLP denga guru di SMAN 1 Puri Mojokerto

Gambar 10. Perpisahan dengan Guru Pamong Kimia

Leave a Comment