Mahasiswa Kimia UNESA PLP di Singapore Intercultural School Medan

Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) merupakan program tahunan dari Unesa bagi mahasiswa prodi pendidikan yang sedan menempuh semester 6. Setiap tahun Unesa selalu berusaha meningkatkan kualitas lulusan nya dengan cara memperluas jaringan kerjasama dalam pelaksanaan program PLP. Pada tahun 2019 Unesa bekerjasama dengan SIS Group of School. SIS merupakan Sekolah International Singapore yang beroperasi di Indonesia. SIS memiliki banyak cabang sekolah di berbagai kota besar di Indonesia, antara lain : Jakarta (SIS Bona Vista, SIS Kelapa Gading, SIS Pantai Indah Kapuk), SIS Cilegon, SIS Medan, SIS Palembang dan SIS Semarang. 

Pada tahun 2019, salah satu mahasiswa Jurusan Kimia Unesa tahun angkatan 2016 berkesempatan mengikuti Internship Programme  di SIS Medan. Mahasiswa yang terpilih untuk bergabung dalam kegiatan Internship di SIS Medan adalah Fitrah Nadia Rizqiyyah, Mahasiswa Pendidikan Kimia Unesa Angkatan 2016. Program internship ini dilakukan selama 8 minggu terhitung sejak tanggal 22 Juli hingga 13 September 2019. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk program Kelas Unggulan FMIPA Unesa, yakni meningkatkan kerjasama berskala internasional. Dalam program ini keterampilan mengajar dengan baik dan benar sangatlah dibutuhkan, sebagai aplikasi matakuliah kependidikan mahasiswa selama proses perkuliahan. Tak hanya itu, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa inggris juga sangat dibutuhkan. Hal ini dikarenakan bahasa inggris merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan siswa dan sebagian besar staff di sekolah ini. Karena siswa di SIS Semarang tidak hanya orang lokal tetapi juga orang asing yang tidak bisa berbahasa Indonesia. Staff pengajar dan siswa siswi di SIS Medan berasal dari berbagai Negara di dunia, seperti Fhilipina, India, Pakistan, Canada, China, Amerika, dll.

Gambar 1. Mahasiswa yang terpilih dalam program internship SIS Medan

SIS Medan merupakan salah satu bagian dari SIS Group of School yang terletak di Jl. Letjen Jamin Ginting No.KM 8,5 – Komplek Royal Sumatera, Mangga, Kec. Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara 20142. Dalam melaksanakan proses pembelajaran SIS Medan menerapkan 3 kurikulum terbaik dunia dalam satu sekolah, yakni Singapore Curriculum, International General Certificate of Secondary Education (IGCSE), and International Baccalaureate. SIS Medan memiliki jenjang pendidikan dari paling rendah sampai paling tinggi yaitu Nursery (PAUD), Kindergarten (TK), Primary (SD), Secondary (SMP), Junior Collage (SMA). Dalam melakukan Manajemen Pendidikan, SIS Medan dipimpin oleh Mr. Michael Singh sebagai Head Teacher dan Ms. Ulina sebagai Kepala Urusan Kedinasan. SIS Medan sangat memperhatikan semua sarana dan prasarana yang menunjang untuk kegiatan belajar mengajar siswa seperti MPH (aula),  perpustakaan, ruang musik, ruang seni, discussion room, sickbay (UKS), dll. Selain mengembangkan kemampuan akademik, SIS juga memperhatikan kemampuan non akademik siswa melalui Co-Curricular Activities (CCA) seperti baking, dancing class, creativity class, archery, futsal, dll.

Pada kegiatan ini, Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengajar Secondary 3 dan Secondary 4 atau setara sengan SMP Kelas 3, dan SMA Kelas 1 untuk mata pelajaran Kimia. Mahasiswa didampingi oleh guru pamong yakni Mr. Wika Prayogi yang merupakan guru kimia SIS Medan sekaligus Science Head of Departement. Guru pamong bertugas mengatur jadwal praktek mengajar mahasiswa, memberi arahan dan membimbing mahasiswa dalam pembuatan instrument pengajaran dan penguasaan keterampilan mengajar.

Kegiatan mahasiswa pada  minggu pertama dimulai dengan school tour yang bertujuan untuk menunjukkan segala fasilitas sekolah dan mengenalkan lingkungan sekolah pada mahasiswa, kemudian meeting dengan anggota science department untuk membicarakan kegiatan praktek mengajar mahasiswa. 

Pada minggu pertama, mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan observasi kelas dan kurikulum yang digunakan karena kurikulum yang digunakan berbeda dengan yang dipelajari mahasiswa selama perkuliahan. Observasi juga membantu mahasiswa untuk memahami karakteristik siswa untuk memutuskan metode mengajar yang cocok. Observasi dilakukan diberbagai jenjang pendidikan mulai dari upper primary sampai JC 2. Mahasiswa melakukan observasi kelas dengan guru sains yang berbeda beda guna memperbanyak pengetahuan mengenai strategi dan model pembelajaran yang diterapkan masing-masing guru. 

Pada minggu kedua, ketiga, dan keempat mahasiswa mulai dilibatkan dalam proses mengajar oleh setiap guru bahkan diajak berdiskusi mengenai pelaksanaan pembelajaran. Mahasiswa mengambil porsi kecil dalam kegiatan belajar mengajar seperti membagikan worksheet, membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam  mengerjakan worksheet, mengoreksi tugas siswa, meng-handle game tentang laboratorium, dll. Selain itu pada minggu ini, mahasiswa juga diminta untuk mengisi kelas kosong dimana guru kelas tersebut sedang ada rapat atau hal hal lainnya. 

Pada minggu kelima dan selanjutnya mahasiswa mulai diberikan kesempatan untuk mengajar dikelas. Tetapi, hal ini dilaksanakan secara bertahap. Pertama, hanya mengisi 30 menit pertama, kemudian 1 jam pelajaran (45 menit), dan seterusnya sampai full 2 jam pelajaran kimia. Hal ini dilakukan agar mahasiswa dapat mempersiapkan bahan pembelajaran dengan baik, dan dapat belajar lebih banyak tentang cara mengajar yang baik dan benar.

Minggu kelima mahasiswa diberi kesempatan untuk menyusun  unit plan yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan, sebelum digunakan unit plan tersebut harus dikonsultasikan dulu pada guru pamong untuk diberikan masukan. Kemudian minggu berikutnya mahasiswa mulai mengajar di kelas Secondary 3 mata pelajaran kimia. Siswa sangat antusias dan sangat kritis dalam kegiatan belajar mengajar. Kegiatan mengajar diawali dengan penjelasan, kemudian pengerjaan worksheet, dan praktikum sederhana.

Gambar 2. Mahasiswa mengajar Secondary 3

Mahasiswa juga diberi kesempatan untuk menjadi asisten laboran selama kegiatan internship berlangsung. Jadi, mahasiswa turut serta dalam pengorganisasian laboratorium dari mulai menata ulang lab (menata alat dan bahan), mengisi mading lab, ikut menghandel saat praktikum berlangsung, menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan pada saat praktikum akan berlangsung, dll.

Gambar 3. Mahasiswa memandu jalannya praktikum kimia Secondary 4

Guru pamong diberikan kesempatan untuk menilai kinerja mahasiswa dalam mengajar sebagai penilaian bagi mahasiswa. Guru pamong juga memberikan banyak sekali masukan setelah kegiatan belajar mengajar berakhir untuk dijadikan masukan untuk kegiatan pembelajaran berikutnya.  Selama kegiatan Internship ini banyak sekali pengalaman yang menarik dan berharga yang mungkin tidak didapatkan di program internship lainnya. Seluruh staff pengajar maupun non pengajar sangat ramah dan baik pada mahasiswa internship. Sehingga, dengan mudah mahasiswa dapat berkontribusi terhadap banyak kegiatan  disekolah seperti independence day, freshmen camp, dan  The Greatest Showman Concert. SIS Medan juga memberikan kesematan bagi mahasiswa internship kimia untuk mengikuti kegiatan Profesional Development Teaching Programme untuk guru guru baru, dimana dalam program ini banyak diberikan ilmu mengenai manajemen kelas, metode mengajar dan lain lain yang dibutuhkan untuk guru baru. 

Dengan berakhirnya program ini diharapkan mahasiswa dapat mengaplikasikan nya dikehidupan selanjutnya. Sekaligus dapat menjadi bekal mahasiswa sebagai calon pendidik masa depan, dari pengalaman mengajar di sekolah internasional, keterampilan mengajar yang berbeda, peningkatan kemampuan berbahasa inggris, dll. Bagi mahasiswa yang mengikuti program ini, disampaikan banyak terimakasih pada pihan Unesa khususnya Jurusan Kimia yang terus mendukung mahasiswa dalam mengasah potensi, dan semoga kegiatan seperti ini akan terus ditingkatkan di tahun-tahun berikutnya. 

Leave a Comment