Kunjungan Industri ke IPAL PT. PIER

Pada tanggal 29 April 2019, mahasiswa Kimia Unesa angkatan 2016 telah melakukan kunjungan industri ke IPAL PT. PIER (Pasuruan Industrial Estate Rembang) yang beralamatkan di JI. Rembang Industri, Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia. Kunjungan industri ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses serta teknik yang digunakan dalam pengolahan limbah, khusunya limbah cair yang dihasilkan dari sisa produksi industri-industri yang ada didalamnya. Selain itu, juga bertujuan agar kami mendapat gambaran mengenai pengaplikasian jurusan kimia murni dalam dunia kerja. Kunjungan industri ini diikuti sebanyak 54 mahasiswa dan 1 dosen pendamping yaitu Bapak Samik. Dalam kunjungan ini kami diterima oleh Bapak Hery Purnomo selaku Kepala Quality Control. Setelah kami disambut hangat dan diselingi dengan pembagian alat pelindung diri, Bapak Hery menjelaskan sekilas tentang sejarah dan proses pengolahan limbah cair yang ada di IPAL PT. PIER.

Gambar 1. Foto bersama dengan pihak IPAL PT. PIER

PIER adalah kawasan industri yang merupakan pengembangan lebih lanjut wilayah industri yang ada di Jawa Timur. PT. PIER melaksanakan sistem manajemen lingkungan yang diwujudkan dalam bentuk dibangunnya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat dan sebagai salah satu fasilitas pendukung yang ditawarkan kepada investor. Limbah yang diolah oleh IPAL PT. PIER berasal dari limbah domestik dan limbah industri dari berbagai perusahaan/industri yang berada di kawasan industri Rembang, seperti industri makanan dan minuman, industri elektronik, industri logam dan lainnya.

Setelah diberikan sedikit gambaran tentang IPAL PT. PIER, kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan tersebar dengan satu pemandu untuk dijelaskan mengenai pengolahan limbah cair. Proses pengolahan air limbah di IPAL PT. PIER adalah dengan menggunakan activated sludge atau lumpur aktif yang berfungsi sebagai pengurai dalam proses pengolahan air limbah secara biologis. Proses pengolahan air limbah yang dibuang menuju IPAL PT. PIER dibagi menjadi tujuh unit proses antara lain: sumur pengumpul, bak pengendap pertama, parit oksidasi, kotak distribusi, bak pengendap terakhir, bak pembuangan terakhir, dan bak pengering lumpur. Masing-masing proses tersebut memiliki fungsi tertentu dan membantu berjalannya proses pengolahan limbah sehingga aman untuk dibuang ke lingkungan dan tidak menyebabkan masalah atau dampak negatif untuk lingkungan. Dari hasil diskusi yang kami peroleh, ternyata sebelum limbah industri ditampung oleh IPAL PT. PIER terlebih dahulu dilakukan pengujian batas bahan berbahaya yang ada didalamnya seperti kandungan logam berat, BOD dan lainnya sehingga dibutuhkan seorang analis untuk menganalisisnya. IPAL PT. PIER memiliki ketentuan dan standar sendiri sebagai syarat diterimanya limbah cair dari suatu industry. Sehingga saat limbah cair suatu industry melebihi ambang batas, maka pihak yang bersangkutan dipersilahkan untuk mengolahnya terlebih dahulu hingga sesuai standar. Peringatan akan diberikan pada industry yang “nakal” sebanyak 3 kali dan jika selalu terulang, maka industry tersebut tidak diperbolehkan mengalirkan limbah cairnya ke IPAL PT. PIER.

Kemudian jika beralih pada hasil samping dari pengolahan limbah cair, yakni berupa lumpur aktif yang tergolong dalam limbah padat yang bersifat beracun dan berbahaya (B3). IPAL PT. SIER hanya melakukan proses pengeringan lumpur aktif buangan dengan sistem pengeringan menggunakan sinar matahari dan selanjutnya lumpur aktif tersebut dikirimkan ke PPLI untuk diproses lebih lanjut. Hal ini dikarenakan wewenang dalam pengolahan limbah padat yang bersifat beracun dan berbahaya (B3) dimiliki oleh Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) yang terdapat di Cileungsi, Bogor. Dari kunjungan yang telah kami lakukan tersebut, kami memperoleh ilmu dan wawasan baru yang diharapkan dapat dipadukan dengan apa yang kami pelajari dikelas dan berguna nantinya.

Gambar 2. salah satu bak pengolahan limbah

Gambar 3. lumpur aktif kering yang mengandung B3

Leave a Comment