MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN MAHASISWA REGIONAL di UNIVERSITAS JEMBER

Lomba Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) merupakan sebuah festival pemuliaan kitab suci Al Qur’an yang dimaksudkan untuk mensyiarkan al qur’an dan mencari bakat yang terbaik dalam bidang Qur’an. Adapun MTQMR adalah musabaqoh khusus mahasiswa se-Jawa Timur (tingkat regional) yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai tuan rumah (bergilir) setiap 2 tahun sekali. Pada tahun 2018 ini, MTQMR dilaksanakam di Jember, tepatnya di Universitas Jember. Saya diberi kesempatan untuk mewakili Unesa dalam mengikuti musabaqah ini dalam cabang Hifdzil Qur’an 10 Juz, bersama dengan 22 mahasiswa dari Unesa yang mengikuti cabang musabaqah masing-masing. Adapun MTQ-MR pada tahun ini diikuti oleh 81 perguruan tinggi baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta.

Musabaqah ini diadakan selama 3 hari. Di hari pertama diisi dengan pembukaan musabaqah yang diikuti oleh seluruh kafilah, sarasehan juri dan perwakilan kafilah, serta technical meeting untuk setiap cabang musabaqah. Adapun di hari kedua semua cabang musabaqah di mulai (babak penyisihan). Juri lomba MTQ cabang hifdzil sebanyak tiga orang. Pertanyaan yang diberikan di babak penyisihan sebanyak 3 soal. Semua penampilan peserta cabang musabaqah hifdzil qur’an 10 juz selesai pada siang hari di hari kedua, yakni Minggu, 12 Agustus 2018. Dari 48 peserta, yang mendapatkan kesempatan untuk masuk ke babak final sebanyak 3 peserta dari perwakilan putra dan putri. Pada babak final, prosedur lomba dilakukan seperti pada babak penyisihan namun jumlah pertanyaan bertambah menjadi 4 soal. Babak final dilaksanakan di hari ketiga, Senin, 13 Agustus 2018.

 

Pengumuman pemenang lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an dilaksanakan di hari ketiga, tepatnya malam hari  saat penutupan MTQMR. Pada musabaqah kali ini saya belum mendapatkan kesempatan untuk  juara di musabaqah cabang Hifdzil Qur’an 10 Juz. Dari seluruh perwakilan UNESA yang mendapatkan juara adalah cabang musabaqah desain aplikasi Qur’an yaitu mendapatkan juara 3.

Meskipun saya gagal untuk membawa pulang piala  kejuaraan di MTQMR ini, namun banyak sekali yang saya dapatkan dari musabaqah ini, mulai dari mendapatkan  banyak teman dari berbagai perguruan tinggi, pengalaman dalam cabang musabaqah hifdzil qur’an serta membuat saya menjadi semakin berani untuk mengikuti berbagai musabaqah di cabang Hifdzil Qur’an dengan tujuan mensyiarkan agama Islam dan membawa nama baik UNESA dengan prestasi di bidang MTQ.

Leave a Comment