KUNJUNGAN KE SMA 2 KAWUNG SURABAYA

Kamis, 19 April 2018 telah dilakukan kunjungan ke SMA 2 Kawung Surabaya bertemu dengan kepala sekolah, Ibu Asrhiyanti Hayuningtyas dan didampingi oleh guru bagian Humas yakni ibu  Dyan Wahyuningtyas..Ibu Asrhiyanti sendiri menjadi kepala sekolah sejak tahun 2012 hingga saat ini. Beliau pertama kali masuk di SMA 2 Kawung sebagai laboran sejak 2003-2008, kemudian tahun 2008-2012 beliau menjadi guru Kimia di SMA tersebut.  Guru yang ada di SMA ini sebanyak 25 guru dan 5 karyawan.

SMA 2 Kawung Surabaya merupakan salah satu SMA swasta berakreditasi “A” yang terletak di Jalan Raya Simo Gunung No.25, Banyu Urip, Sawahan, Banyu Urip, Kec. Sawahan, Kota Surabaya. Sekolah ini merupakan milik Yayasan yang terdiri dari SMEA, SMK, dan SMA. Untuk gedung SMA 2 Kawung ini terletak di lantai 3. SMA 2 Kawung mempunyai visi misi yang cukup baik. Upaya pergantian visi misi bergantung pada ketua yayasan, biasanya dilakukan setiap 4 tahun sekali. Penyusunan Visi Misi dilakukan pada saat rapat awal tahun dengan guru, kepala sekolah, dan pengurus yayasan. Pemaparan Visi Misi dilakukan pada saat upacara hari Senin, selain itu juga diletakkan di papan yang berada di lingkungan Sekolah. Selain Visi Misi, SMA 2 Kawung Surabaya juga mempunyai brand yakni “Sekolah Unggul, Siap Kuliah, Siap Kerja”. Pergantian brand sendiri dilakukan berdasarkan evaluasi akhir sekolah.

Ekstrakulikuler yang ada di SMA ini cukup banyak yakni sebanyak 12 kegiatan, antara lain banjari, chearliders, pecinta alam, tari tradisonal, multimedia, futsal, pencak silat, band, basket, handy craft¸ pramuka, dan KIR. Terdapat mata pelajaran Intrakulikuler yakni Bahasa Jawa dan KWU yang disiapkan untuk siswa mempunyai keahlian jika setelah lulus SMA langsug kerja sesuai dengan brand yang dimiliki SMA ini.

PBM dilakukan setiap hari Senin-Jum’at pada pukul 6:45-11:55, dan hari Sabtu pukul 6:45-10:00 dan setelah itu dilanjut kegiatan ekstrakulikuler. Fasilitas yang ada di SMA 2 Kawung ini antara lain terdapat mushollah, cctv, dan untuk kegiatan ujian sendiri sudah mulai menggunakan digital, siswa menggunakan handphone pada saat ujian atau terkadang juga menggunakan laptop. Siswa merasa antusias dengan penggunaan sistem digital pada PBM dan untuk kekurangan penggunaan sistem itu sendiri masih belum dapat dirasakan dikarenakan masih permulaan awal tahun menggunakan sistem tersebut. Untuk tempat parkiran sendiri, disekolah tidak memperbolehkan membawa motor sehingga melibatkan warga untuk terlibat dengan sekolah untuk menjalin hubungan yag baik (memberikan mata pencaharian kepada warga), selain itu untuk menjalin hubungan dengan warga sekitar SMA 2 Kawung melibatkan warga pada saat kegiatan Idul Adha yakni dengan memberikan sebagian daging.

 

Leave a Comment